Senin, 18 November 2013

KILLER TOON



Kisahnya tentang penulis webtoon horor ternama Kang Ji-yoon (Lee Si-young) yang komik-komik ciptaannya ternyata berhubungan dengan serangkaian kematian-kematian mengerikan yang tergambar persis di setiap halaman-halaman komik Ji-yoon bahkan sampai posisi korban dan bagaimana mereka tewas mengenaskan. Kasus aneh ini kemudian menarik perhatian  detektif Lee Ki-cheol (Um Ki-joon) untuk menelusuri lebih jauh apa yang sebenarnya terjadi pada komik-komik internet tersebut dan tentu saja penciptanya,Ji-yoon dengan segala rahasia gelap di balik kesukesannya.

Seperti yang saya bilang, Killer Toon jelas mengandalkan kekuatan premisnya, tetapi yang terjadi di lapangan adalah sebuah sajian yang lebih kuat dari sekedar temanya. Ini adalah horor supranatural yang bisa dibilang cukup bagus untuk ukuran Korea Selatan, apalagi akhir-akhir ini mereka tidak punya pasokan horor menarik. Dibuka dengan opening scene pembunuhan sadis dan misterius dari seorang editor yang tersaji dalam presentasi keren yang mengkombinasikan goresan-goresan apik manwha (sebutan buat komik Korea), sedikit CGI dan pembuka dari sebuah misteri besar.

Kim Yong-gyun sudah melakukan pekerjaan bagus ketika menerjemahkan naskah Lee Sang-hak bersama bangunan aroma eerie Killer Toon dengan baik, mencipitakan atmosfer horor gelap dan kelam bersama pencayahan minim dan selipan momen-momen jump scare dengan kombinasi visual, setting dan timing sempurna untuk memberi sensasi ketakutan efektif buat penontonnya dan bagian terbaiknya tentu adalah kombinasi gambar-gambar komik dan real-nya yang digarap menawan Yong-gyun juga menawarkan sekuen-sekuen gory dan berdarah-darah yang meskipun mungkin tidak berada di level “mual dan mutahg” tetapi sudah cukup menegaskan bahwa ia punya sesuatu yang lebih mengerikan dari sekedar horor seram-seraman.
Ya, secara teknis Killer Toon sudah tampil meyakinkan sebagai sebuah horor. Sementara narasinya sendiri tidak sekuat penampilannya. Memang harus diakui ia punya kekuatan besar di temanya, kandungan misterinya pun sukses mengusik rasa penasaran, tetapi pada akhirnya ia tidak berbeda dari kebanyakan horor lainnya; kembali ke pakem tradisional yang bersumber kepada  balas dendam dan rasa bersalah dari masa lalu dengan segala rahasia-rahasia hitam di belakangnya, momen “mimpi” yang kebanyakan plus sedikit melodrama rasa Korea, untung saja beberapa twist yang lumayan menjadi kekuatan tersendiri selain penggambaran masa lalu karakter-karakternya yang dibawakan dengan baik oleh para cast-nya.

Berbagai.sumber

0 komentar:

Posting Komentar